NAMA PEMAIN YANG BERPOTENSI DICORET & AMUNISI BARU SKUAD GARUDA VERSI COACH JUSTIN & MAMAT ALKATIRI



Menanti pemanggilan skuad Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert menjadi momen yang ditunggu para penggemar Garuda. Kali ini, Coach Justin & Mamat Alkatiri mencoba memprediksi siapa saja pemain yang berpotensi dicoret serta dipanggil, mengingat komposisi skuad saat ini kemungkinan akan disesuaikan dengan strategi yang diusung oleh Kluivert.
___
Please check our social media
Instagram : https://www.instagram.com/sport77official/
Twitter: https://twitter.com/Sport77Official
TikTok: https://www.tiktok.com/@sport77official
Facebook: https://www.facebook.com/Sport77Official
For business enquiry contact : [email protected]

#VERSUS
#MAMATALKATIRI
#COACHJUSTIN
#IBNUJAMIL

source

22 thoughts on “NAMA PEMAIN YANG BERPOTENSI DICORET & AMUNISI BARU SKUAD GARUDA VERSI COACH JUSTIN & MAMAT ALKATIRI”

  1. FYI aja ya, atmosfer liga malay lagi turun2nya. Hampir dari 10 match total penontonya cuma 5 ribu aja dan banyak klub dari malay yang mengalami krisis terancam bangkrut. Klub yang survive cuma JDT aja hehehe

  2. Kalau di Bilang Liga Malaysia lagi diatas ini bisa bener bisa salah ya. Kalau dilihat dari pencapain DT di LCA maka ia, kalau dilihat dari atmosfer liga, liga malaysia sedang menurun drastis jumlah penonton per laga di Liga Malaysia. Jauh Banget di bawah indonesia. secara persaingan Liga, Liga Malaysia hanya JDT yg punya peluang Juara, di Indonesia, semua tim bisa juara, bahkan tim juara bertahan atau yg sudah sering juara bisa degradasi di Liga Indonesia. Jadi mana lg lebih baik dari Indonesia atau malaysia untuk liga nya ??

  3. Yg gak suka kochi sudah pasti fens fanatik esteye. Karena yg namanya pundit ya harus objektif, bagus ya apresiasi jelek ya kritik. Fens esteye bilang dia plin-plan karena dulu dia apresiasi (waktu bagus), dan lalu dia kritik (waktu jelek). Itu kan namanya fair, itu objektif. Buat fens esteye ya itu dibilang plin-plan, karena maunya jelek pun dibelain terus.
    Kita itu kan harusnya mendukung timnasnya, karena itu yg milik kita, bukan pelatihnya. Ini yg sdm rendah sering salah kaprah. Contohnya di bulu tangkis, dulu susi susanti misalnya, yg kita dukung tuh susi susantinya, karena dia atlet kita, siapapun pelatih yg ditunjuk PBSI gak masalah, mau diganti juga gak masalah. Tp karena sdm rendah jadi salah kaprah. Malah dukungan'y ke pelatih, mau jelek pun gak boleh ada yg mengkritik. Ini aneh.
    STY pun sampe heran, kan waktu diwawancara di korea dia bilang, heran kok nama saya yg diteriakin dilapangan, biasanya kan nama pemain. Saking rendahnya sdm kita sampai salah kaprah begitu. Gak terjadi di negara manapun, cuma terjadi di Indonesia.
    Ini nanti klo Kluivert bagus (misal/andai), hasilnya bagus di pildun 2026, trus bagus di piala asia 2027, terus 2028 berhasil lolos kualifikasi pildun 2030, dipecat, pasti ribut lagi. Adalagi fens fanatik PK, sama kyk fens fanatik esteye.
    Itulah rendahnya sdm kita, ini gak terjadi di negara manapun cuma terjadi di Indonesia.

Comments are closed.

Scroll to Top