Kisah Bayer Leverkusen dijuluki NEVERKUSEN



Bayangkan…
Sebuah tim punya kesempatan emas meraih treble winners.
Tiga gelar dalam satu musim.
Tapi hanya 11 hari berselang…
Semua gelar hilang.
Dan mereka dikenang sebagai tim paling sial di Eropa.

Musim 2001/2002 adalah musim keemasan bagi Bayer Leverkusen.
Skuad Mereka diisi banyak pemain hebat seperti Michael Ballack, Lucio, Dimitar Berbatov, hingga Ze Roberto.
Permainan mereka indah, agresif, dan efektif.

Di bundesliga mereka memimpin perburuan gelar hingga menyisakan 2 pertandingan.
Akan tetapi, kekalahan Leverkusen dari Werder Bremen di pekan terakhir membuat mereka harus puas finish di posisi kedua..
Belum pulih dari kegagalan mereka meraih gelar Bundesliga.
Bayer Leverkusen kembali harus merana setelah kalah lawan Schalke di Final DFB Pokal.
Dan saat harapan terakhir ada di final liga Champions
Zinedine Zidane Justru mencetak gol ikonik yang benar-benar mengubur mimpi Leverkusen meraih gelar…
Dari calon treble winners…
menjadi tim paling sial…
Tiga final, tiga kekalahan… hanya dalam 11 hari.
Dan karena itulah…
Mereka dijuluki Neverkussen !

source

21 thoughts on “Kisah Bayer Leverkusen dijuluki NEVERKUSEN”

  1. Balak dalam bahsa jawa artinya kesialan/musibah/malapetaka. Dan terbukti di akhirnya karirnya si Ballack gak pernah angkat trophy. Untung aja Harry kane udah putusin kutukan it di munchen

  2. Apresiasi si,, ga banyak tim yg bisa maju ke final,, bertarung sampe terakhir di liga .. ini bedanya org Indo, yg melihat semua dr trofi,, pdhl ada apa dgn no 2,, ga masalah, mungkin emang belum lah harinya.. itu indahnya sepakbola

Comments are closed.

Scroll to Top