Aksi penyelamatan klub masa kecil (Arjen Robben)



Gimana rasanya nyelametin klub yang lagi krisis dengan performa fisik yang hampir habis.
Juli 2019,  Arjen Robben telah memenangkan banyak trofi, mulai dari Bundesliga hingga Liga Champions selama satu dekade di Bayern Munich. Akhir yang sempurna untuk gantung sepatu.
Tapi setahun kemudian, dia terpaksa turun gunung.
Pandemi bikin klub masa kecilnya, FC Groningen, defisit 5 juta euro, direktur klub terbang ke Munich buat membujuknya dengan video kompilasi yang memadukan highlights-nya dengan klip The Last Dance Michael Jordan.
Strategi itu berhasil, Robben tanda tangan kontrak untuk musim 2020/21. Bukan demi uang, tapi untuk menyelamatkan klub. Saking populernya, langkah ini bikin website tim langsung down.
Sialnya, Robben langsung dihantam rentetan cedera sejak laga debut, meski ia sempat bangkit memberikan dua assist emosional yang membuatnya menangis haru di depan kamera. Namun karena fisiknya sudah benar-benar habis, ia terpaksa gantung sepatu untuk selamanya dua bulan kemudian.

#soccer #sepakbola #football #infobola

source

33 thoughts on “Aksi penyelamatan klub masa kecil (Arjen Robben)”

  1. Arjen robben, zlatan ibrahimovik, neymar, luiz suares dan garet bale adalah pemain yang kurang beruntung di era persaingan ronaldo dan lionel messi. Pdhl mereka juga pemain yang gacor.

  2. Jika robben lahir di era 2020 ke atas, mungkin ni orang setidaknya dapat 1 atau 2 ballon D'or menurut gw, cuma dia lahir di era yang sama messi dan Ronaldo, di tambah masuk nya neymar 2011 ke atas udah lah, bahkan robben untuk masuk 3 besar nominasi ballon D'or pun sulit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top